Berita Sepak Bola Liga Italia

Empat Pesepakbola Asia yang Terpuruk di Serie A

Liga Italia yakni Serie A menjadi salah satu liga terbaik yang ada di dunia. Tidak hanya dengan pemainnya dari Eropa dan sekitarnya yang berkualitas, namun banyak pemain dari benua lain juga ikut ambil bagian dalam kompetisi di sana. Termasuk pesepakbola Asia.

Berlaga di Serie A memang tidak mudah dan pesepakbola Asia yang ikut ambil bagian di kompetisi ini tidak banyak. Namun, karena persaingan yang tidak mudah, menjadikan mereka kerap kalah bersaing dari pemain Eropa dan berujung pada pemain cadangan. Berikut empat pemain dari Asia yang karirnya terpuruk di Liga Italia ini.

  1. Yuto Nagatomo

Pemain Inter Milan, Yuto Nagatomo, menjadi satu dari empat pemain Asia yang karirnya melempem di Italia. Pemain dari Jepang tersebu jarang ikut merumput, khususnya di musim 2016/2017 ini. dia bahkan pernah dikritik, lantaran berbuat blunder ketika berhadapan dengan Napoli, Mei lalu, yang membuat timnya gagal dengan skor 1-0.

Nagatomo dibawa Inter dari Cesena tahun 2011 yang lalu dengan nilai 4,5 juta euro setelah menjadi pemain pinjaman dalam waktu enam bulan. Bersama klub, dia masih terikat kontrak sampai 2019 nanti. Akan tetapi, Nerazzuri sepertinya akan menjualnya di musim panas ini kepada Burnley.

  1. Keisuke Honda

Sama dengan Yuto, pemain dari Jepang, Keisuke Honda juga terpuruk di AC Milan. Bersama Vincenzo Montella, dirinya tersisih dalam tim. Menjadi pemain Milan sejak Januari 2014, mantan pemain CSKA Moscow tersebut sudah bermain sebanyak 92 laga, dengan 11 gol dan 14 assist. Musim mendatang, Honda sepertinya akan meninggalkan klub.

  1. Ali Adnan

Selanjutnya ada Ali Adnan. Pemain timnas Irak ini sangat jarang tampil bersama Udinese. Selama musim 2016/2017, ia hanya bermain di 14 laga sebagai pemain cadangan. Pemain 23 tahun semakin kesulitan melebarkan karirnya. Adnan dibeli dari Rizespor dengan nilai 2,2 juta euro di tahun 2015 lalu dan masih terikat kontrak sampai Juni 2020.

  1. Han Kwang Song

Pesepakbola Asia yang kini terpuruk di Serie A adalah pemain dari Korea Utara, Han Kwang Song, saat ini bersama Cagliari. Ia dibeli sejak Maret 2017 dari FC Chobyong. Sebelum bersama timnya kini, Song pernah bermain di Viareggio dan menjadi pemain incaran sejak menciptakan gol ke gawang Joe Hart bersama Torino, April lalu.

Namun, selama musim ini Song baru bermain sebanyak lima kali. Kemungkinan, dari tiga pemain di atas, akrir Song masih dikatakan lebih baik apalagi dengan usianya yang masih muda, 18 tahun. bersama Cagliari, dia terikat kontrak sampai Juni 2022 mendatang.