Berita Sepak Bola Liga Inggris

De Boer Bantah Palace Sebagai Batu Loncatan

Pilihan Frank de Boer untuk terima penawaran Crystal Palace dinilai menjadii batu loncatan bagi dirinya. Namun De Boer bantah dengan kabar itu.

De Boer dipilih menjadi manajer baru Palace untuk musim 2016/2017 usai diberi kontrak sampai dengan 3 tahun. Ini merupakan klub ketiga dalam masa depan De Boer usai Ajax Amsterdam dan Inter Milan.

Nama De Boer naik usai antarkan Ajax menjadi juara di ajang Liga Belanda sepanjang 4 musim berturut-turut sedari debutnya menjadi pelatih pada tahun 2010. Pernah menganggur 1 tahun, De Boer kemudian diangkat menjadi pelatih Inter pada musim panas kemarin.

Sayangnya kebersamaan bersama Inter cuma bertahan sampai dengan bulan November sebab ia dinilai tidak berhasil menyesuaikan diri dengan sepakbola Italia. Masa depan gemilang De Boer sepanjang dirinya berada di Belanda seperti hilang tanpa jejak.

Usai 6 bulan lebih mengganggur, De Boer pada akhirnya raih pekerjaan kembali saat klub Premier League, Palace, memilihnya menjadi manajer baru pengganti Sam Allardyce. Kontrak selama 3 tahun diberikan pada pria yang berumur 47 tahun tersebut.

Tidak heran banyak yang bingung dengan keputusan yang telah di ambil oleh De Boer dengan terima penawaran dari Palace mengingat klub tersebut masih kalah hebat dibanding Ajax atau Inter. Maka De Boer dinilai cuma jadikan Palace sebagai batu loncatan sebelum raih penawaran dari beberapa klub besar.

“Tidak, saya tak ingin pikirkan kalau ini sebagai batu loncatan,” kata De Boer dalam konferensi pertama menjadi Palace.

“Saya berkonsentrasi dengan pekerjaan saya sekarang ini dan tak penting berhubungan dengan apa yang berlangsung pada masa yang akan datang,” lanjut dia.

“Saya ingin fokus membawa Crystal Palace jadi sebuah klub solid di ajang Premier League. Cuma hal tersebut satu-satunya konsentrasi saya. Kita saksikan saja apa yang bakal berlangsung nanti.”

“Kalau saya sih berahrap tetap berada di tempat ini selama mungkin. Saya diberi kontrak dengan durasi 3 tahun, maka tak heran kalau saya bertahan selama itu – hal tersebut berarti semuanya berlangsung dengan oke.”

“Saya merasa tiap manajer yang raih posisi baru bakal memikirkan hal yang serupa – saya percaya ada tim saya dan para pemain sampai kami bisa mendirikan klub yang kokoh dengan organisasi dan juga semua orang yang berada di sekeliling kami,” kata De Boer.