Berita Sepak Bola Liga Italia

Dari Sakit Hingga Nyaris Amputasi Kaki, Inilah Kisah Akhir Kejayaan Batistuta

Siapa yang tak kenal dengan sosok ini, jika anda lahir di era 90an, maka anda akan kenal dengan Gabriel Batistuta. Dia adalah sebuah legenda yang terlahir dari klub bernama Fiorentina. Dan yang membuatnya menarik disini adalah ketika sebuah curhatan sang legenda tersebar luas ke publik.

Pada kesempatan singkatnya, Batistuta mengungkapkan bahwa dirinya sempat putus asa dengan kondisi kakinya dan bahkan sempat meminta kepada dokter untuk melakukan amputasi. Sepanjang karirnya dalam dunia sepakbola, Batistuta dikenal sebagai penyerang hebat di masanya ketika dia bermain untuk Fiorentina mulai tahun 1991 hingga tahun 2000.

Catatan yang sampai sekarang terekam adalah catatan golnya yang mencapai 168 gol. Usai gagal mencapai juara bersama Fiorentina, Batistuta memutuskan pergi dan bergabung dengan AS Roma pada tahun 2000. Batistuta pergi setelah Roma mencapai kesepakatan senilai 36,2 juta euro.

Dan sampai pada akhirnya, mimpi Batistuta terwujud dengan sukses mengantarkan Giallorossi menjuarai Serie A untuk pertama kalinya sejak 1983. Akan tetapi, semua masa itu berubah ketika masuk di musim 1993, dimana Batistuta dipinjamkan ke Inter Milan sebelum akhirnya merapat ke liga Arab dengan gabung Al-Arabi.

Terlepas dari karirnya sebagai pesepakbola profesional, ternyata Batistuta mengalami masa sulit usai memutuskan gantung sepatu. Masalah pergelangan kaki yang dia alami sempat membuatnya tak bisa berjalan dan harus menggunakan suntikan penghilang rasa sakit. Dan yang paling parahnya adalah Batistuta merasa frustasi dengan meminta dokter mengamputasi kakinya.

“Saya mengalami masalah serius dengan pergelangan kaki saya. Sendi tiruan dipasang untuk membantu saya. Mobilitas saya buruk, tapi untungnya saya tak lagi dalam merasakan banyak kesakitan lagi. Untuk sementara waktu, sulit bahkan untuk bangun dan pergi ke kamar mandi. Saya minum banyak obat penghilang rasa sakit. Itu terasa seperti dalam penjara,” buka Batistuta.

“Saya pun sempat berpikir untuk membiarkan kaki saya diamputasi. Suatu hari saya pergi ke sebuah klinik dan mengatakan kepada dokter bahwa saya tak bisa menahan rasa sakit lagi, jadi saya bertanya kepada mereka apakah amputasi bisa saya dapatkan.” Batistuta mengakhiri.