Liga Inggris

Chelsea Harus Nikmati Waktu Bersama Morata

alvaro morataDiego Costa sudah pergi dari Chelsea dan pulang kampung ke Atletico Madrid. Berakhir sudah kebersamaan antara Costa dan Chelsea, terkecuali apabila pada musim-musim mendatang ada peluang bersama lagi.

Costa pergi dari Chelsea lantaran hubungannya dengan manajer Antonio Conte merenggang. Costa mengaku dapat perlakuan buruk dari klub karena dinilai seperti kriminal. Dirinya pernah tidak diizinkan untuk berkomunikasi dengan rekan satu tim di ruang ganti. Usai insiden tersebut Costa kembali ke tanah kelahiran dan tidak pernah ke London lagi.

Sementara Conte mengakhiri hubungannya dengan Costa dengan langkah yang kurang baik, cuma lewat pesan singkat. Retaknya hubungan ini dikarenakan Costa pernah ingin menyeberang ke Tiongkok walau usahanya itu tidak terealisasi musim dingin kemarin.

Sempat terlihat hubungan Costa dan Conte baik-baik saja sampai akhir musim lalu. Sampai pada akhirnya datanglah keputusan akhir jika Conte tak mau Costa berada dalam skuatnya.

Conte lantas merekrut Alvaro Morata dari Real Madrid. The Blues mengangkut Morata dengan banderol 58 juta pounds dan nominal itu bisa bertambah lagi sampai 70 juta pounds. Itu sekaligus menjadikan Morata sebagai rekrutan termahal sepanjang sejarah klub sejak transfer Fernando Torres dari Liverpool senilai 50 juta poundsterling.

Memboyong Morata adalah langkah tepat Conte. Sejauh ini, Morata sudah memperlihatkan ketajaman. Walau baru tampil dalam tujuh pertandingan resmi, dirinya telah mengkoleksi tujuh gol dan memberikan dua asist. Yang terakhir, Morata mencatatkan tiga gol ke gawang Stoke City.

Walau ini adalah musim pertama Morata di Premier League, dia tak sulit untuk menyesuaikan diri. Faktor pengalaman Morata yang sempat tampil untuk Juventus dua musim mungkin amat membantu. Racikan strategi Conte sudah tertanam di pikiran Morata.

Sampai sekarang Morata telah memperlihatkan sinyal bakal menjelma sebagai bomber masa depan Si Biru mengingat usianya masih 23 tahun.