Liga Inggris

Batshuayi Akui Merasa Frustasi di Chelsea

michy batshuayiPenyerang belia Chelsea Michy Batshuayi mengakui dirinya sempat dibuat frustasi lantaran jarang mendapat kepercayaan dari pelatih Antonio Conte mengisi skuat The Blues.

Ujung tombak asal Belgia ini sejatinya direkrut manajemen Chelsea dari Marseille pada musim panas 2016 lalu dengan harga yang tak murah. Ia bergabung usai ditebus seharga 33 juta Pounds ketika itu.

Namun sayang kesempatan bermainnya justru terbatas. Sejauh musim 2016-2017 bergulir, dia cuma bermain 26 pertandingan di berbagai kompetisi. Dari total tersebut Batshuayi cuma mengumpulkan 211 menit bermain di pentas Premier League.

Pemain 23 tahun itu jadi pahlawan kemenangan The Blues atas West Brom pekan lalu. Kemenangan tersebut memastikan Si Biru jadi kampiun Premier League. walau merasa bahagia, akan tetapi Batshuayi tak membantah bila ia sempat merasa frustasi di Stamford Bridge.

“Banyak sekali perasaan frustasi, namun Chelsea merupakan klub top dan sederet pemain-pemain bintang. Saya pun harus memahaminya, saya hanya lebih muda ketimbang beberapa pemain lain. Saya harus lebih bekerja keras,” ujarnya pada Guardian.

“Tim ini memiliki skuat yang amat bagus dengan para pemain bagus, pemain-pemain yang menyenangkan dan rendah hati, Chelsea rasanya seperti keluarga besar. Apabila anda bisa bekerja dengan kondisi seperti itu, setiap harinya akan terasa luar biasa. Pastinya ada saja rasa tak senang karena tidak banyak bermain. Maka menikmati dengan tim tak segampang itu,” terangnya.

Walau begitu, pemain berambut kriting ini memahami jika itu adalah resiko yang harus dia terima saat memperkuat klub besar. Hal tersebut ia jadikan pelajaran supaya bisa bermain lebih bagus kedepannya.

“Namun saya huga harus tahu bila banyak sekali hal yang harus saya lakukan, saya senang. Ini jadi pelajaran berharga. Sebuah momen yang sulit akan tetapi saya juga sudah banyak belajar. Berkembang sebagai manusia, tak hanya mental tapi juga secara fisik dan taktis, itu diberikan dengan seorang pelatih seperti Antonio Conte, ia senang bekerja, terus bekerja setiap hari,” tandasnya.