Gosip Piala Eropa

Ball Possession Jerman Jadi Nomor Satu Di Euro 2016

Pargelaran akbar benua Eropa telah berakhir di akhir pekan kemarin, sejarah baru telah hadir. Dimana Portugal berhak membawa pulang Piala Euro 2016 usai mengalahkan Prancis di partai final dengan skor 1-0. Dari berbagai rangkuman yang ada, disini kita akan membahas salah satu nya.

Bahasan itu adalah Ball Possession atau biasa kita kenal dengan sebutan penguasaan bola dalam satu pertandingan penuh.

Ball Possession Jerman Jadi Nomor Satu Di Euro 2016

Tim yang berhak menjadi nomor satu dalam Ball Possession adalah Jerman, anak asuh Joachim Loew tercatat memiliki rata-rata penguasaan bola sebesar 63 persen per pertandingan. Jerman sendiri berhasil mengungguli Spanyol yang notabene nya memiliki gaya permainan dengan penguasaan bola.

Meski Jerman tersingkir dari pentas Euro usai dikalahkan Prancis di babak perempat final kemarin, namun tim lain tidak mampu menyingkirkan posisi Jerman sebagai tim terbaik dengan Ball Possession.

Berikut kami hadirkan rata-rata Ball Possession per pertandingan selama putaran Euro 2016:

1. Jerman, 63 persen
2. Spanyol, 61 persen
3. Inggris, 59 persen
4. Swiss, 58 persen
5. Ukraina, 56 persen
6. Hungaria, 54 persen
7. Rusia, 53 persen
8. Portugal, 52 persen
9. Prancis, 52 persen
10. Swedia, 52 persen
11. Kroasia, 51 persen
12. Belgia, 51 persen
13. Austria, 48 persen
14. Wales, 48 persen
15. Turki, 48 persen
16. Polandia, 46 persen
17. Rumania, 46 persen
18. Italia, 45 persen
19. Slovakia, 45 persen
20. Republik Irlandia, 45 persen
21. Republik Ceko, 43 persen
22. Albania, 42 persen
23. Irlandia, Utara 37 persen
24. Islandia, 36 persen

Secara keseluruhan hasil dari penguasaan bola yang baik tidak menjamin tim tersebut akan memenangkan pertandingan. Contoh yang paling nyata adalah Inggris, dimana Wayne Rooney cs merupakan tiga dari tim yang memiliki rata-rata ball possession tinggi. Akan tetapi mereka di luar dugaan kalah dari Islandia di babak 16 besar, dimana Islandia menempati tiga terbawah dalam urutan di atas.

Sementara itu, Italia dan Wales berada di tengah-tengah. Namun mereka berhasil hingga ke babak perdelapan final. Sang juara Portugan dal finalis Prancis yang sama-sama memiliki penguasaan bola 52 persen mampu melaju hingga ke babak final.

Semua ini membuktikan jika sepakbola itu memiliki banyak sisi yang berbeda dan tidak semua nya adalah jaminan pasti tim tersebut akan menjadi yang terbaik. Keberuntungan adalah jawaban akhir dari segala cara dan ini lah indah nya sepakbola. Semua orang dibuat terkejut oleh nya.