Berita Sepak Bola

Akhirnya Menpora Tarik Putusan Pembekuan PSSI

Tiba pada masa yang ditentukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi mengumumkan secara terbuka perihal penarikan keputusan pembekuan PSSI pada hari selasa kemarin. Telah menjadi yang diketahui banyak publik jika pembekuan PSSI sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Akhirnya Menpora Tarik Putusan Pembekuan PSSI

Keabsahan putusan pembekuan PSSI itu resmi dikeluarkan melalui surat putusan dari pihak Menpora bernomor 01307 tertanggal 17 April 2017. Dengan demikia, PSSI ketika itu tidak dapat ijin untuk menggelar kompetisi resmi. Sehingga dalam masa periode pembekuan, pihak nya telah melakukan berbagai turnamen macam Piala Bhayangkara Cup, Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk tetap menjaga darah mengalir dari sektor sepakbola Indonesia.

Pukulan bertubi lantas menyerang Indonesia, FIFA pada akhir nya ikut turun tangan dan menjatuhkan sanksi suspensi kepada Indonesia yang pada akhir nya membuat timnas Indonesia tidak bisa berlaga dalam pentas Internasional. Sebenar nya pihak PSSI sudah melayangkan kasus ini ke pihak hukum, bahkan PSSI berhasil memenangkan itu hingga ketingkat yang lebih tinggi seperti Mahkamah Agung.

Di lain sisi, penarikan pembekuan ini juga tidak lepas dari peran FIFA. Dimana pihak nya sempat menganjurkan beberapa syarat yang harus diikuti oleh sepakbola Indonesia. Adapun FIFA sebelumnya sudah meminta keterangan tertulis di awal dari pihak Indonesia, bahwa pembekuan PSSI sudah di tarik kembali. Selanjutnya, FIFA berkewajiban mencabut kembali suspensi yang mereka berikan kepada Indonesia.

Komite sepakbola tertinggi dunia itu pun telah memberikan batas waktu kepada Indonesia untuk mengeluarkan putusan sebelum Kongres FIFA di Meksiko, pada 12 sampai 13 Mei mendatang. Adapun dengan resminya pencabutan ini timnas Indonesia dipastikan bisa kembali berlaga di ajang Internasional. Jadwal terdekat skuat Garuda Merah adalah Piala AFF 2016 di Myanmar dan Filipina pada 19 November hingga 17 Desember nanti.

“Yang pertama, saya tanpa harus berpikir lama, saya lakukan tanda tangan surat putusan penarikan pembekuan PSSI, saya tarik kembali surat yang pernah kami keluarkan. Ini semata-mata karena menghormati Mahkamah Agung, serta menghargai komitmen FIFA seperti yang disuratkan kepada pihak kami. Dengan isi dari surat itu bahwa ada komitmen besar terhadap perubahan sepakbola Indonesia yang akan selalu dimonitor oleh FIFA,” cetus Imam kepada media.

“Sebagai langkah selanjutnya kami menghormati harapan dari pemilik suara untuk melakukan perubahan di internal federasi. Untuk itu, sangat pantas bagi kami untuk memonitor semua perkembangan itu dan pastikan bahwa rencana-rencana perubahan harus berjalan dengan baik sesuai aturan FIFA maupun AFC. Besar harapan dari kami jika putusan penarikan pembekuan PSSI ini akan menimbulkan perubahan yang bagus dan masa depan yang cerah bagi sepakbola Indonesia.” tutupnya.