Berita Sepak Bola

Advocaat: Pertandingan Emosional

Sang pelatih timnas Belanda Dick Advocaat katakan suasana yang emosional dia rasakan ketika timnya melawan Luksemburg.

Momen tersebut berlangsung saat Belanda berhadapan dengan Luksemburg pada laga partai kualifikasi Piala Dunia 2018. Pada laga yang berlangsung pada hari Jumat (9/6/2017) waktu setempat di De Kuip, Rotterdam, Oranje menang dengan skor telak 5-0.

Bagi Advocaat, pertanding ini pribadi jadi partai perdana dalam masanya ke 3 memimpin tim nasional Belanda — tidak termasuk ketika menjadi asisten manajer. Hasil pada pertandingan ini Belanda membuka peluang untuk lolos, ditambah dengan beberap hasil pada pertandingan yang lainnya.

Hasil negatif Bulgaria di kandang Belarusia dan hasil oke Swedia ketika menjadi tuan rumah berhadapan dengan Prancis membuat Belanda untung. Pernah tertatih, Belanda sekarang ini berada di urutan 3 klasemen dengan berhasil unggul 1 poin saat berhadapan dengan Bulgaria dan tertinggal dengan selisih 3 poin dari Prancis dan Swedia.

Hasil oke pada “debut” ketiga tersebut semakin terasa luar biasa sebab pada laga itu Wesley Sneijder pun catatkan rekor baru menjadi pemain dengan jumlah performa paling banyak di tim nasional Belanda.

“Emosional sedikit saya rasakan. Memang karena factor usia saya pun telah rasa hal itu saat dengar lagu kebangsaan. Saya perlu berhati-hati (supaya tidak mudah berperasaan),” imbuh Advocaat.

Sang pelatih yang berusia 69 tahun itu pun tidak ingin porsi sorotan pada Sneijder menurun usai catatkan hal yang istimewa di tim nasional Belanda.

“Beberapa operan Sneijder terus miliki kualitas yang hebat. Hanya ada secuil pemain di dunia yang dapat samakan dirinya. Kami terus optimalkan eneginya semaksimal mungkin,” ujar dia.

Advocaat pun berkomentar lebih jauh soal keadaan di papan klasemen sekarang ini dan beberapa pertandingan yang akan datang yang perlu dilawan Belanda dalam upaya untuk loloskan diri menuju ajang Piala Dunia.

“Kami perlu incar urutan pertama. 2 pertandingan awal usai liburan, lawan Prancis dan Bulgaria, amat krusial,” kata dia menatap partai di akhir bulan Agustus dan awal bulan September tersebut.